Minggu, 08 April 2012

Penggolongan temperamen manusia Sanguinisi, Cholerisi, Melancholerisi, dan Plagmatisi,


Penggolongan temperamen manusia
Sanguinisi, Cholerisi, Melancholerisi, dan Plagmatisi,

Paper Halaqoh
Disajikan pada tanggal 21 Desember 2010
yang diasuh oleh Prof. Dr. Kyai H. Ahmad Mudlor, SH


Oleh
Nora Akbarsyah
Mahasiswa Semester V
Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Brawijaya





Halaqoh Ilmiah

LEMBAGA TINGGI PESANTREN LUHUR MALANG
Desember 2010
1.    Pendahuluan

Selama ini kita mengenal orang dari kepribadian mereka. Ada orang yang mudah bersahabat, pendiam, keras, pemarah, pendendam, penyabar, santai, perfeksionis (menuntut kesempurnaan), penggembira, optimis, pesimis, dan masih banyak istilah lain yang menggambarkan diri seseorang. Kalau diamati sekilas, kelihatannya akan cukup sulit untuk bisa mempelajari dan memahami kepribadian seseorang. Dulu kita selalu kagum dengan kemampuan orang dalam “membaca” kepribadian seorang. Setelah selidik punya selidik ternyata kepribadian itu mempunyai suatu pola. Pola yang akan sulit dimengerti bagi orang yang tidak mengerti cara membacanya, tetapi bagi mereka yang telah belajar dan mengerti cara membaca pola ini, mereka juga dapat “membaca” orang lain. Berikut adalah beberapa ciri dari pola kepribadian tersebut.

2.    Pembahasan

Karakter manusia dibagi menjadi empat kategori, yaitu : Sanguin, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis. Ini adalah keunikan dan watak dasar dari setiap seorang manusia. Ini adalah kepribadian sebagaimana ia dilahirkan dan di turunkan dari orang tuanya. Seperti beberapa orang dilahirkan dengan mata biru, beberapa orang pun dilahirkan sanguine. Beberapa orang dilahirkan dengan rambut hitam, maka beberapa orang kepribadiannya melankolis. Tidak ada satu kepribadian yang lebih baik dari yang lain. Pengenalan ini dibuat untuk memahami orang lain dan diri sendiri lebih baik serta menggunakannya untuk kemajuan.

1.      Sanguin
Kepribadian sanguin adalah bertipe mempunyai energi besar, suka bersenang-senang, temannya banyak, cenderung populer, modis, berpenampilan menarik, positif, banyak tertawa, dan supel. Suka memulai percakapan da menjadi sahabat bagi semua orang. Biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Tipe orang-orang yang banyak dirindukan kehadirannya oleh orang lain. Jika berbicara pasti penuh alunan, intonasi, dan gesture. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dukungan dan penerimaan orang-orang di sekitarnya.
Tipe sanguin tidak tahan melihat orang asing di depan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai talk active atau “si tukang bicara”. Orang sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang khawatir akan masa depan atau masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya. Orang sanguin biasanya bukan pemikir berat, mereka menafsirkan kejadian-kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Tapi belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan yang buruk.
Namun kelemahannya, ia tidak teratur, emosional, ia suka pelupa, cepat bosan, semangat didepan tapi kehilangan motivasi di akhir jalan, suka memotong pembicaraan orang lain, berantakan, tidak konsisten dan sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya, dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginanny. Orang-orang yang menonjol keinginannya. Orang-orang yang menonjol karakter-karakter sanguinisnya berbakat untuk menjadi pembicara, public relation, atau marketing.

2.      Koleris
Tipe koleris adalah juga tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lenih rendah daripada tipe sanguin yang suoer terbuka. Orang koleris adalah juga orang yang aktif, semangat, pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras, mandiri, dan berpendirian keras, orang koleris cenderung keras kepala. Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi yang bermanfaat bagi tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu dari kesehatan jasmani sampai tingkah laku anak. Mereka adalah tipe orang yang suka mengambil alih, yang suka memerintah orang-orang lain yang ada disekeliling mereka, mereka tidak peduli apakah orang itu menyukainya atau tidak.
Orang koleris tidak pernah tidak mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin. Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang koleris. Seseorang yang koleris adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adlah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.
Tipe orang koleris adalah orang-orang yang biasanya tahu apa yang ia inginkan, terus berusaha untuk mendapatkannya dengan caranya sendiri, suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan dan mengaharapkan pengakuan atas pretasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Mereka sering di identifikasikan sebagai “ si pelaksana”.
Ia sangat bakat menjadi pemimpin dan berkeinginan kuat. Tidak kenal takut, dan selalu mencoba cara-cara baru. Tidak mudah di gugah, sehingga kelemahannya pun berkisar diantara itu juga, seperti keras kepala, mudah marah, cenderung bossy, bisa manipulatif, dan cederung tidak punya perasaan. Dari cara berbicaranya pun tegas dan tidak suka bertele-tele. Kelemahan orang yang bertipe koleris adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.
Jadi ketika anda berkomunikasi atau berhubungan dengan tipe koleris, anda tidak boleh ragu, lambat, bertele-tele, dan terlalu emosional.

3.      Melankolis
Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe melankolis, sekalipun mereka adalah tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe melankolis mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai lainnya. Tipe melankolis cenderung suka murung dan mudah putus.
Orang melankolis dilahirkan sebagai perfekionis, yang meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka , tetapi jarang menghasilkan sendiri.
Tipe melankolis adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolis, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasarinya hidup sehari-hari adalah perasaan murung.
Orang-orang melankolis cenderung perfeksionis (menuntut kesempurnaan). Semuanya selalu rapi, ada pada tempatnya dan mempunyai prosedur. Ia menyukai hal-hal yang detil. Selalu memikirkan segala hal dan menganalisanya. Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Cenderung diam dan pemikir. Berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Ia butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu.
Ia berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, dan suka keteraturan. Karenanya mereka sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Ia sering di identifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”. Kelemahannya ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, dpresif, dan menyendiri.
Jadi bila menghadapai orang-orang melankolis, jadilah lebih sensitif dan berikan data-data pendukung karena ia akan terus butuh dibuktikan. Mereka bakat menjadi seniman, peneliti, dan ilmuwan.

4.      Plegmatis
Tipe plegmatis merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut, kalem, dan lambat. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain. Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang plegmatis merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkna sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak tampak dengan jelas. Orang ini cenderung bisa menguasai dirinya dengan baik, ia instropektif sekali, memikirkan kedalam, bisa melihat, menatap, dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya.
Kelemahan orang plegmatis adalah ia cenderung mau ambil mudahnya., tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang, cenderung penakut, lamban, dan selalu khawatir, dan tidak dapat mengambil keputusan. Bersabarlah menghadapi orang-orang plegmatis, terutama dari nada suara anda, karena Anda akan mengintimidasi dan lebih manjauhkan mereka.
Orang-orang plegmatis itu pencinta damai, tidak menyukai perselisihan, sangat sabar, berbakat menjadi mediator. Ia sangat menyenangkan, konsisten, dan pendengar yang baik. Banyak orang yang curhat kepada tipe plegmatis. Ia seimbang, stabil, dan merasa diri sudah cukup, dan merasa tidak perlu mengubah dunia. Tidak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka resiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan.
Mereka kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Mereka kadang dipandang sebagai yang lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari orang lain, tak suka keramaian atau banyak bicara, namun banyak akal, dan bisa menggunakan kata yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Kadang diidentifikasikan sebagai “si pengamat”.
3.    Penutup
  1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat di ambil dari uraian diatas adalah kepribadian seseorang membentuk suatu pola tertentu yang bisa di kelompokkan menjadi empat macam yaitu : sanguinisi, cholerisi, melancholisi, dan phlegmatisi.
Sanguinis adalah seorang yang  identik dengan “Yang Populer”. Mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan warna. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu. Namun orang-orang sanguinis ini sedikit pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, dan hidupnya serba tidak beraturan. Kemungkinan besar dia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi dalam pembuatan planning.
Koleris adalah seorang yang identik dengan, “Yang Kuat”. Mereka suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Dia tidak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa saja dia suruh melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang bossy itu membuat kaum koleris cenderung tidak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi korban karakternya yang suka mengatur dan tidak mau kalah. Kaum koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Satu hal yang menjadi pedoman hidup mereka.
Melankolis adalah seorang yang identik dengan “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan kaum sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankolis cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang dia pikirkan secara mendalam sekali. Orang melankolis selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur.
Plegmatis adalahseorang  sering diidentikkan dengan karakter "Cinta Damai”, dimana orang dengan karakter ini cenderung menghindari konflik. Kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, dia akan berusaha mencari solusi damai tanpa menimbulkan pertengkaran. Dia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak berkepanjangan. inilah alasan mengapa karakter plegmatis adalah karakter penengah bagi setiap masalah. Kaum plegmatis cenderung kurang bersemangat, kurang teratur, dan dingin.



Daftar Pustaka
Yunsirno.2010.Keajaiban Belajar.Sang Bintang School: Yogyakarta