Minggu, 08 April 2012

Tipe Memori dan Pengembangannya


Tipe Memori dan Pengembangannya

Paper Halaqoh
Disajikan pada tanggal 5 Juli 2011
yang diasuh oleh Prof. Dr. Kyai H. Ahmad Mudlor, SH


Oleh
Nora Akbarsyah
Mahasiswa Semester VI
Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Ilmu Kelautan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Brawijaya





Halaqoh Ilmiah

LEMBAGA TINGGI PESANTREN LUHUR MALANG
Juli 2011

1.    Pendahuluan
      Memori merupakan suatu proses biologi, yakni pengkodean informasi yang kemudian dipanggil kembali. Pada dasarnya memori adalah sesuatu yang dapat membedakan antara manusia satu dengan yang lainnya, lebih dari itu ingatan adalah sesuatu yang dapat membentuk jatidiri dari manusia itu sendiri. Dengan ingatan manusia mempunyai titik-titik rujukan untuk mengingat masa lalu dan memprediksi masa depan.
      Para filsuf zaman dahulu menganalogikan memori seperti prasasti yang terbuat dari lilin yang tetap mempertahankan semua yang tercetak diatasnya. Kemudian setelah mesin cetak ditemukan, pengertian memori berkembang yaitu menjadi sebuah perpustakaan raksasa yang menyimpan berbagai peristiwa dan fakta secara spesifik yang dapat diambil kembali sewaktu-waktu. Seiring perkembangan jaman maka seorang akan lebih menganalogikan memori seperti alat perekam suara atau kamera film yang secara otomatis merekam setiap momen kehidupan manusia. Tapi kenyataannya berbeda, memori manusia tidaklah bisa serta merta mengingat secara lengkap dan detail setiap kejadian yang dialaminya, begitu juga ketika seseorang ingin mengambil kembali memorinya, tidak dengan mudah pula seseorang itu akan ingat kembali. Atau bahkan kejadian yang tidak dialami oleh seseorang secara nyata ternyata bisa menjadi sebuah memori yang dianggapnya benar.
     Ilmuwan masakini telah mendefinisikan ingatan atau memori sebagai kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran inderawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang rumit dan unik diseluruh bagian otak. Ingatan ini sifatnya dinamis sehingga banyak mengalami perubahan-perubahan dan perkembangan seiring dengan pertambahan informasi setiap waktu yang disimpan. Berkat bantuan teknologi, para ilmuwan telah memetakan proses mengingat ini menjadi bermacam-macam. Oleh karena itu disini akan diulas mengenai berbagai jenis atau tipe dari memori dan juga bagaimana cara mengembangkannya. Mengembangkan memori disini lebih cenderung pada bagaimana meningkatkan kekuatan memori itu sendiri, baik dari segi eksternal maupun internal manusia.

2.      Pembahasan
A.    Tipe-Tipe Memori
     Memori atau ingatan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu memori jangka pendek (short-term memory/STM), memori jangka panjang (long-term memory/LTM), adapun memori sensoris adalah langkah awal dari penerimaan informasi untuk diteruskan menjadi memori.
1.      Memori sensoris
     Memori sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Tidak semua ingatan yang terdapat dalam memori sensoris akan diteruskan ke memori jangka pendek atau bahkan ke  memori jangka panjang, karena manusia cenderung akan melakukan proses selective attention, yaitu proses memilih informasi yang kan diteruskan.
      Memori sensoris terpaku pada kondisi pada saat pertama kali informasi terekam sementara di sistem sensor. Ketika seseorang mengalami suatu kejadian, maka sebagian informasi terakhir khususnya yang diterima oleh indera pengelihatan akan tetap pada sistem pengelihatan. Memori sensoris ini biasanya disebut Iconic Memory.  Sedangkan Ichoeic Memory adalah istilah untuk kejadian yang sama yang dialami oleh indera pendengaran. Selain Indera pendengaran ada juga indera peraba, pengecap, dan pembau.
      Sistem ini umumnya berfungsi diluar kesadaran dan menyimpan informasi untuk waktu yang singkat. Iconic Memory  bisa bertahan kurang dari 1 detik, dan echoic memory bisa agak lebih lama yaitu sekitar 3-4 detik. Informasi sementara yang terjebak dalam memori sensoris akan cepat hilang kecuali informasi tersebut menarik perhatian sehingga masuk dalam areal working memory.
2.      Memori Jangka Pendek
Pada memori jangka pendek, banyak orang yang mempersepsikan bahwa memori ini hanya mampu menyimpan informasi secara sesaat, kira-kira selama 30 detik, meski para ilmuwan telah banyak berpendapat bahwa memori jangka pendek ini mempunyai interval waktu sampai dengan beberapa menit dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Dalam memori jangka pendek, informasi telah diubah menjadi sandi-sandi tertentu, seperti dalam bentuk kata atau frase. Materi ini kemudian dikirim ke memori jangka panjang atau apabila tidak dikirim, maka memori ini akan menghilang untuk selamanya.
Memori jangka pendek ini juga disebut dengan memori aktif, tetapi tidak jarang yang menyebutnya dengan memori kerja (working memory). Seperti contohnya bagaimana kita dapat mengingat kalimat seorang pembicara yang sangat panjang dari awal sampai akhir kalimat tersebut. Menurut model pemrosesan informasi, seseorang dapat mengatasi permasalahan tersebut dengan mengelompokkan potongan-potongan kecil informasi menjadi unit-unit yang lebih besar atau disebut dengan bongkahan memori (chunk). Kemampuan memori jangka pendek sesungguhnya terdiri dari beberapa bongkahan materi, bukan beberapa potong informasi. Sebuah bongkahan materi dapat berupa kata, frasa, kalimat, atau bahkan kesan visual. Hal ini bergantung pada pengalaman sebelumnya. Contohnya Pada sebagian masyarakat Amerika, singkatan FBI merupakan satu bongkahan memori bukan tiga bongkahan memori, atau Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, ini merupakan satu bongkahan memori bukan beberapa bongkahan memori.
Metode pembongkahan memori tetap saja tidak mampu mencegah menumpuknya informasi pada memori jangka pendek. Informasi yang menarik, dan dibutuhkan dalam waktu yang agak lama akan diteruskan pada memori jangka panjang.
3.      Memori Jangka Panjang 
Memori jangka panjang biasanya disebut dengan Long-Term Memory. Memori ini mempunyai kapasitas penyimpanan yang sepertinya tidak terbatas. Informasi yang tersimpan dalam jumlah yang sangat besar, yang ada didalam memori ini memungkinkan kita untuk belajar, menyesuaikan diri dengan lingkungan, serta mengembangkan identitas diri dan sejarah kehidupan kita masing-masing.
Sebagian besar teori mengenai memori membedakan kemampuan atau kebiasaan (mengetahui “bagaimana”) dengan pengetahuan abstrak atau pengetahuan representasional (mengetahui “bahwa”). Secara garis besar memori jangka panjang ini dibagi menjadi dua yaitu memori non deklaratif dan memori Deklaratif. Memori non deklaratif atau biasa disebut dengan memori prosedural merupakan memori mengenai cara melakukan sesuatu. Sebagian besar peneliti menyebut memori prosedural sebagai memori implisit karena begitu seseorang telah menguasai suatu kemampuan atau kebiasaan, maka kemampuan atau kebiasaan itu tidak lagi memerlukan pemrosesan secara sadar. Contohnya adalah mengetahui bagaimana cara menyisir rambut, memakai baju, menjahit, berenang, menyapu, mengemudikan mobil, dll. Sedangkan memori deklaratif ialah memori mngenai fakta, peraturan, konsep, dan peristiwa. Memori ini melibatkan pengetahuan bahwa sesuatu adalah benar, seperti mengetahui bahwa Pesantren Luhur berada di Jalan Sumbersari. Para peneliti biasanya menyebut memori deklaratif sebagai memori eksplisit.
Lebih daripada itu, memori deklaratif dibedakan menjadi dua lagi yaitu memori semantik dan memori episodik. Memori semantik adalah memori yang hampir semua hal yang terkait dengan pengetahuan akademis dan profesional-gagasan, fakta, peraturan, konsep, pertanyaan khusus dalam ujian,nama, tanggal ,nomor pengenal.film, buku-buku ,gambar, video dan informasi yang bersifat teknis. Misalnya Apabila seseorang mencoba menjelaskan konsep kucing, maka seorang itu dapat menjelaskan bahwa kucing itu adalah mamalia mungil yang berbulu, berwajah lucu, biasanya menghabiskan waktu dengan tidur, makan berkeliaran, dan memandangi suatu ruangan dengan tatapan kosong. Seseorang itu dapat menjelaskan konsep kucing walaupun tidak ada kucing disekitarnya. dan seseorang itu tidak mengetahui kapan dan bagaimana pertama kali mempelajari informasi-informasi tersebut. Sedangkan memori episodik atau memori autobiografi adalah memori mengenai peristiwa yang dialami oleh seseorang secara langsung, dan konteks yang terkait dengan peristiwa-peristiwa tersebut. Contohnya adalah saat seseorang mengingat suatu peristiwa kala kucing mengejutkannya ditengah malam dengan melompat ke tempat tidurnya, berarti seseorang ini telah memanggil memori episodik.
B.     Cara Mengembangkan Memori
Fenomena mengingat yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah mengingat kemudian melupakan. Hal ini merupakan cara alami dalam suatu poengendalian biologis yang dapat membantu mempertahankan keseimbangan dalam dunia yang dipenuhi oleh rangsangan sensor. Melupakan sesuatu bukanlah buruk, karena lupa pada dasarnya adalah membedakan antara sesuatu yang penting dan yang tidak penting. Jika kita melupakan sesuatu, kemudian mengingatnya, menurut Rose (2007), ada beberapa faktor yang menyebabkannya.
1.      Tidak Penting
Kemungkinan besar mengapa seseorang melupakan suatu hal, biasanya hal itu tidaklah terlalu penting. Dalam keseharian seseorang cnderung akan mengingat hal-hal yang berkaitan erat dengan
2.      Gangguan
3.      Kerusakan
4.      Tekanan
5.      Stres
6.      Gangguan Fisik
7.      Hilangnya Rantai Petunjuk Ingatan
      Beberapa strategi yang dapat membantu mengingat informasi penting atau yang dianggap penting adalah sebagai berikut:
  1. Lakukan teknik relaksasi secara teratur
  2. Pertahankan pola kesehatan yang bagus
  3. Tantang diri anda
  4. Kembangkan ketajaman indera
  5. Lakukan olahraga secara teratur
  6. Hindari obat penenang dan zat yang menimbulkan kantuk
  7. Kembangkan sikap mental positif
  8. Makan secukupnya, kurangi lemak, dan minum banyak air.
Bagi orang normal, ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Memori, antara lain:
1.      Mnemonic: Menciptakan asosiasi antar hal yang harus diingat.
2.      Method of loci: Berusaha menciptakan gambaran seperti peta di benak kita dan mengasosiasikan tempat-tempat dalam peta itu dengan hal yang ingin diingat.
3.      Peg word/ irama: Mengasosiasikan kata yang ingin diingat dengan kata lain yang berirama.
4.      Menggunakan bayangan visual, misalnya John Conrad menggunakan bayangan visual untuk mengingat pesanan makanan dari para tamu.
5.      Memahami hal yang harus diingat, dan tidak hanya menghafalkan di luar kepala. Hal yang dipahami akan diingat lebih lama daripada hafalan luar kepala.
6.      Konteks ketika suatu hal sedang dipelajari sama dengan konteks ketika hal tersebut harus diingat kembali (encoding specificity)
7.      Memori akan baik ketika individu merasa terlibat secara emosional, namun keterlibatan emosional tidak terlalu tinggi.
8.      Menggunakan sebanyak mungkin cue/isyarat/code ketika berusaha mengingat sesuatu.
9.      Memori akan lebih baik jika sesuatu dipelajari berulang kali walaupun masing-masing sesi cukup pendek, daripada mempelajari sesuatu dalam satu sesi yang panjang. Jadi, lebih baik mempelajari sesuatu dalam 3 sesi terpisah yang masing-masing lamanya 20 menit daripada 1 sesi yang lamanya 1 jam.
10.  Memori akan lebih baik jika bahan pelajaran disimpan dalam beberapa cara, misalnya mengingat suatu pelajaran baik dari segi visual maupun audio akan lebih baik daripada hanya salah satu saja.
Adapun makanan-makanan yang dapat memperkuat ingatan dan beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kebutuhan nutrisi otak adalah sebagai berikut :
1.      Protein
2.      Karbohidrat
3.      Lemak
4.      Kafein
5.      Gula
6.      Suplemen Makanan
7.      Vitamin dan Mineral pembangun otak
8.      Asam Amino
9.      Fosfolipid
10.  Asam Ribonukleat (RNA)
11.  Nikotinamid Adenin Dinukleotid (NADH)
12.  Estrogen
13.  Ginkgo Biloba
14.  Asam Dokosa-Heksaenoat (DHA)
15.  Asetil Karnitin (ALC)
16.  Piracetam

3.    Penutup
     Pada dasarnya memori dibagi menjadi 2 bagian yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Memori jangka panjang dibagi lagi menjadi dua yaitu memori prosedural atau memori implisit atau memori non deklaratif dan memori deklaratif. Memori deklaratif dibagi menjadi dua bagian lagi yaitu memori semantik an memori episodik.
     Ada beberapa macam cara mengembangkan ingatan atau memori, bisa dari luar tubuh yaitu dengan makanan dan pencukupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan dari dalam tubuh seperti latihan terus-menerus pada memori serta olahraga secara teratur.





Daftar Pustaka
Rose,  C. 2007. Super accelerated Learning. Penerbit Jabal. Bandung.
Travis, C, C. Wade. 2007. Psikologi.Penerbit Erlangga. Jakarta.