Kamis, 17 Oktober 2013

Karakteristik Daerah Penangkapan ikan (Fishing Ground)


Amita Nucifera Nida Silmi, Nora Akbarsyah, Wahida Kartika Sari

JURUSAN TEKNOLOGI PERIKANAN LAUT
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
SEKOLAH PASCA SARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013

Seiring dengan kemajuan teknologi, pemanfaatan sumberdaya perikanan dari waktu kewaktu terus mengalami peningkatan. Begitu juga dengan teknologi yang berkenaan dengan penangkapan ikan. Dewasa ini telah banyak dilakukan pemetaan daerah penangkapan ikan, yaitu dengan tujuan untuk memudahkan, serta meng-efektif dan efisienkan suatu operasi penangkapan. Dengan mengetahui daerah penangkapan ikan, maka nelayan akan dengan mudah menemukan titik dimana ikan berkumpul tanpa harus berkendara berkeliling perairan untuk mencari gerombolan ikan, sehingga nelayan bisa meminimalisir biaya yang harus di keluarkan pada setiap kali operasi penangkapan. Akan tetapi, sebelum berbicara tentang Daerahpenangkapanikanatau fishing ground, maka harus diketahui terlebih dahulu pengertian dari daerah penangkapan ikan itu sendiri.
 Menurut Mukhtar (2010), daerah penangkapan ikan adalah suatu daerah perairan atau lokasi dimana ikan yang menjadi sasaran penangkapan tertangkap dalam jumlah yang maksimal dengan menggunakan suatu alat tangkap.Daerah penangkapan ikan merupakan tempat terjadinya interaksi antara alat tangkap yang digunakan untuk menangkap dengan sumberdaya ikan target tangkapan. Apabila dalam suatu perairan terdapat banyak sumberdaya ikan tapi alat tangkap tidak bisa dioperasikan dikarenakan suatu faktor tertentu maka daerah tersebut tidak bisa dikatakan sebagai daerah penangkapan ikan.
Penentuan daerah penangkapan ikan haruslah memenuhi berbagai macam syarat/kriteria. Salah satu dari kriteria tersebut adalah  karakteristik biofisik dan ekologi perairan. Karakteristik biofisik inilah yang akan mempengaruhi Komposisisenyawaorganikperairan, pergerakan nutrient, tingkahlakudanmigrasiikan, kelimpahanikan, dll. Selain itu syarat yang harus dipenuhi juga dalam penentuan daerah penangkapan ikan yaitu: a) daerah tersebut tersebut terdapat banyak ikan sepanjang tahun; b) alat tangkap dapat dioperasikan dengan mudah tanpa ada hambatan; c) lokasinya tidak jauh dari pelabuhan pendaratan ikan atau dapat dijangkau dengan mudah oleh kapal penangkapan; d) daerah tersebut aman dari peristiwa laut (seperti angin badai kencang, dsb.); dan e) bukan daerah terlarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

A.   Karakteristik Daerah Penangkapan Ikan
Daerah penangkapan ikan untuk tiap-tiap daerah dapat berbeda disesuaikan dengan target penangkapan pada operasi penangkapan itu. Secara garis besar kondisi-kondisi yang perlu dijadikan acuan dalam menentukan daerah penangkapan ikan adalah sebagai berikut :
a). Kondisi Daerah Penangkapan Ikan
Daerah penangkapan ikan sebaiknya dipilih pada daerah yang mempunyai akses yang bagus untuk ruaya ikan, sehingga ikan dapat dengan bebas datang dan pergi baik dalam bentuk gerombolan ataupun soliter. Distribusi massa air dan fluktuasi keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi penyebaran, distribusi, migrasi, dan pertumbuhan bermacam-macam organisme hidup, sehingga didalam perairan tersebuttersedia makanan yang melimpah, sesuai dengan kebutuhan makan ikan. Kemudian, cakupan daerah penangkapan ikanbisa membuat ikan nyaman untuk memilihspot yang dijadikan tempattinggaluntuk beberapa waktu tertentu.Selain itu daerah penangkapan ikan tersebut adalah tempat yang banyak disukai oleh ikan. Perairan yang disukai oleh ikan yaitu: a) yang memiliki keadaan faktor fisik optimum; b) daerah up welling; c) daerah pertemuan dua massa air berbeda; d) daerah yang dekat dengan dasar perairan; dan e) daerah yang mempunyai ciri spesifik bagi ikan untuk menempelkan telurnya.

b). Luasan daerah
Daerah penangkapan ikan haruslah mempunyai cakupan luasan yang dapat dengan leluasa digunakan untuk mengoperasikan alat tangkap. Keberadaan biota yang hidup di dasar perairan menjadi perhatian utama dalam penentuan daerah penangkapan ikan serta alat tangkap yang harus digunakan. Pemakaian alat tangkap dasar (trawl) di daerah karang akan menjadikan populasi tersebut rusak. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah arus perairan yang cukup serta perbedaan pasang surut yang besar untuk membantu kelancaran dalam proses pengoperasian alat tangkap.

c) Lokasi yang Bernilai ekonomis
Modal yang dikeluarkan oleh nelayan pada saat proses penangkapan ikan di perairan disebut juga anggaran dasar. Anggaran dasar ini terbagi menjadi dua macam, yang pertama adalah modal tetap seperti peralatan penangkapan ikan dan kapal, yang kedua adalah modal tidak tetap seperti gaji pegawai, bahan bakar, dan biaya perbekalan. Biaya-biaya tersebut harus terbayar pada saat setelah operasi penangkapan. Jadi agar semua biaya tersebut terpenuhi, maka daerahpenangkapanikanharuslah mengandung sumberdaya ikan yang melimpah serta bernilai ekonomis penting. Selain itu sumberdaya ikan tersebut telah memenuhi kriteria layak tangkap secara ukuran. Informasi mengenai keberadaan sumberdaya tersebut dapat diperoleh dari kegiatan experimental fishing, underwater acoustic, underwater camera, dll. Kemudian,lokasi daerah penangkapan ikan haruslah dapat menjangkau area tempat pelelangan ikan atau pelabuhan perikanan, sehingga ikan hasil tangkapan dapat terjual tepat setelah operasi penangkapan selesai dilakukan.

B.   Pemilihan Daerah Penangkapan Ikan

Spesies ikan dan musim ikan sangat berpengaruh dalam penentuan/pemilihan daerah penangkapan ikan. Pemilihan daerah penangkapan ikan ini akan dapat dilihat dari segi efisiensi, keuntungan dan ekonomi usaha perikanan. Ada beberapa macam metode yang dapat digunakan dalam pemilihan daerah penangkapan ikan.
a). Memanfaatkan data riset oseanografi dan meteorologi untuk mengetahui tingkah laku dari ikan target tangkapan.
b).
Memanfaatkan data-data kegiatan operasi penangkapan ikan pada masa lampau untuk mengetahui musim dan daerah penangkapan ikan yang tepat.
c).
Menentukan daerah penangkapan ikan dengan mempertimbangkan jarak pangkalan pendaratan ikan terdekat, kondisi meteorologi, kondisi biofisik perairan, serta ekologinya.